Masalah kesulitan pembiayaan pembangunan infrastruktur bukanlah masalah pemerintah Indonesia saja tetapi juga dialami Negara berkembang lainnya. Diperlukan suatu model pembiayaan yang sesuai dengan proyek yang akan di bangun agar pembangunannya dapat berjalan dengan baik.Inrastruktur sangat berperan dalam pembangunan wilayah, hal tersebut dapat terlihat dari sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas hidup. Secara ekonomi makro ketersediaan dari jasa pelayanan infrastruktur mempengaruhi marginal productivity of private capital, sedang dalam tingkat ekonomi mikro ketersediaan jasa pelayanan infrastruktur berpengaruh terhdapa pengurangan biaya produksi. Salah satu infrastruktur yang berperan dalam pembangunan adalah transportasi. Sepertihalnya Surabaya yang setiap tahunnya terus berupaya meningkatkan pelayanan infrastruktur transportasi.
Tahun 2010 telah ada rencana pembangunan jalan layang atau flyover di persimpangan Jl. Pasar Kembang - Jl. Diponegoro yang akan dibangun tepat ditengah ruas jalan atau di sepanjang median jalan dimana diketahui lebar ruas Jl. Pasar Kembang dan Jl. Diponegoro saat ini adalah 30 meter dengan rincian median jalan 9 meter, badan jalan sisi timur 10,5 meter dan badan jalan sisi barat 10,5meter. Diketahui pada jam-jam sibuk tersebut terjadi kemacetan sehingga pemerintah pusat berencana membangun flyover untuk mengatasi kemacetan pada ruas jalan tersebut. Flyover tersebut terletak di atas persimpangan Jl. Pasar Kembang – Jl. Diponegoro dengan panjang 705 meter, lebar 17 meter yang alur dan bentuknya mengikuti lengkung median jalan. Flyover tersebut terdiri dari empat lajur, dua lajur sebelah kiri dan dua lajur disebelah kanan.
Proyek pembangunan flyover dilaksanakan pemerintah pusat dengan system multi years yang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Proyek flyover Pasar Kembang – Diponegoro membutuhkan dana sebesar Rp 122,9 milyar yang rencananya semua dana akan dibebankan dari APBN. Dapatkah pembangunan tersebut terealisasi sesuai dengan waktunya hanya dengan mengandalkan dana APBN????
Sebelum krisis ekonomi, sektor publik melalui anggaran pembangunan APBN mampu menyediakan sekitar 3,0 sampai 3,4 persen dari ( Produk Domestik Bruo ) PDB. Saat ini kemampuan APBN dalam menyediakan dana untuk infratruktur jauh menurun, hanya sekitar 1-1,2 persen saja dari PDB. Melihat kondisi seperti ini , diperlukan suatu bentuk kerjasama pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur termasuk pembangunan flyover Pasar Kembang - Diponegoro. Diketahui, pembangunan infrastruktur yang melibatkan peran swasta didalam pembangunannya akan terealisasikan lebih cepat.
Berdasarkan kondisi tersebut, menurut saya bentuk kerjasama pihak pemerintah dan swasta menggunakan system Bangun Serah Guna atau Build Operate Transfer ( BOT ). Mengapa memilih system pembiayaan BOT??hal ini dikarenakan melihat kondisi APBN dalam menyediakan dana untuk infrastruktur yang menurun dan masih banyak hal yang harus di biayai APBN, dikhawatirkan bila hanya mengandalkan pembiayaan dari APBN pembangunan flyover Pasar Kembang – Diponegoro akan berhenti karena permasalahan dana. Seperti pada studi kasus pembiayaan pembangunan jembatan Suramadu yang hingga kini pihak pemerintah belum dapat mengembalikan pinjaman yang digunakan untuk pembangunan jembatan Suramadu.
Selain perekonomian nasional yang terbatas, bila ditinjau dari seberapa pentingnya pembangunan flyover tersebut. Berdasarkan pendapat beberapa pihak terkait dan melihat kondisi kemacetan di Jl. Pasar Kembang- Jl. Diponegoro maka pembangunan flyoverlah sebagai solusi mengatasi kemacetan tersebut. Melihat hal itu sudah saatnya merangkul pihak swasta dalam pembangunan flyover Pasar Kembang – Diponegoro agar pembangunannya segera terealisasikan dan perlu biaya lebih mahal untuk pemeliharaan nantinya.
Bukan berarti dengan system BOT yang melibatkan pihak swasta dalam pembangunan flyover tersebut melupakan peran pemerintah didalamnya. Dalam system ini Pihak Swasta sebagai pembangun dan pengelola pembangunan proyek flyover Pasar Kembang- Diponegoro hingga jangka waktu yang telah disepakati antara pemerintah dan swasta kemudian diserahkan pada pemerintah karena disini pemerintah berperan sebagai pemilik, pembuat kebijakan, dan pengatur sehingga pihak swasta diharapkan tidak menimbulkan ekonomi biaya tinggi dengan melakukan privatisasi tanpa mengikutsertakan pemerintah didalamnya. Selain itu pada waktu tertentu yang telah disepakati pihak swasta sebagai pengelola harus tetap memperhatikan dan menjamin tingkat pelayanan dan keterjangkauan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan jasa prasarana.
Diharapkan dengan system pembiayaan BOT pembangunan flyover Pasar Kembang – Diponegoro segera terealisasi.
Mnrut saya flyover dpat djadikan solusi mngtasi kmcetan d psar kembang..
BalasHapusmudah2an segera dbangun..
Mnrut saya swasta sangat perlu aplg keadaan perekonomian negara yg sedang carut marut ini..
btw..BOT itu yg bangunPemerintah ato Swasta??
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
HapusNama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut
Semoga lekas terealisasi.
BalasHapusSangat bijak jika pihak pemerintah mengajak pihak swasta turut serta dalam merealisaikan progam tsb.
Namun meskipun demikian jangan sepenuhnya mengandalkan dari pihak swasta saja, bagaimanapun juga, ini merupakan tugas rumah pemerintah yang harus diselesaikan...
Jika pemerintah bekerjasama dg pihak swasta, pengelolaan dilakukan oleh siapa??
Trimakasih saudara Archindo Jaya,,
BalasHapussmoga saja segera terealisasikan proyek flyover ini..
sistem BOT atau Bangun Serah Guna merupakan bentuk kerjasama antara pemerintah dimana pihak swasta sebagai pembangun dan pengelola pada waktu yang telah disepakati antara kedua belah pihak setelah jangka waktu tersebut selesai baik fasilitas yang telah dibangun dan pengelolaannya diserahkan kembali pada pemerintah sebagai pemilik proyek,,
Wah saya setuju dgn rencana flyover sarkem coz macet apalgi wktu sore hari,, masukkan aja walaupun proyek tsb proyek pemerintah sby dalam pembiayaannya,, sharing dana gtu biar tdk terlalu membebani APBN
BalasHapusTrimakasih saudara Nurim,,,
BalasHapusoiya seperti yang sudah dijelaskan pada artikel di atas pihak pemerintah tetap berperanserta dalam proyek pembangunannya misalkan dalam penentuan kebijakan dan pengaturan sehingga pihak swasta harus tetap berkoordinasi pada pemerintah sebagai pemilik proyeknya,,
untu pengelolaan pada waktu yang telah disepakati maaka akan dikelola pihak swasta setelah masa waktunya habis seluruhnya akan di serahkan pada pemerintah,,
Trimakasih saudara Kartika,,,
BalasHapusMasukkan yang bagus,, mungkin maksud anda di atas adalah meskipun proyek flyover milik pemerintah pusat namun untuk membantu pembiayaan dapat memasukkan pemerintah Surabaya agar tidak memberatkan APBN..Saya sangat setuju dengan masukkan anda tersebut yang nantinya akan ada kerjasama antara pihak pemerintah pusat, pemerintah Surabaya dan pihak swasta
Memang dengan adanya flyover kmctan di pasar kembang teratasi?
BalasHapusMau menanggapi tntang sumber dana APBN tersebut menurt saya pendapat dari saudari kartika benar mungkin selain dgn saran anda dgn melibatkan swasta mungkin jga harus mengajak pemerintah surabaya kan nantinya yg menikmati jga msyarakat sby
Oya mau menambahkan bisakah anda perjelas mengapa memilih BOT sbagai bntuk kerjasamanya??
BalasHapustrmkasih
Dgn BOT bila dprsenkah brpa peran pihak swasta dan pemerintah?
BalasHapusTrimakasih DesaignGroupMlg,,,,
BalasHapusMenrut saya dgn adanya flyover dapat mengatasi kemacetan di JL.Pasar Kembang dan berdasarkan pendapat pihak2 terkait flyover adalah solusi mengatasai kemacetan disana,,,
Alasan saya memilih BOT sebagai bentuk kerjasamanya adalah dalam pembangunan dan pemeliharaan flyover memerlukan biaya yg banyak dan biasanya pihak swasta memiliki ide yg lebih kreatif dan inovatif dalam pembangunan..
Pihak pemerintah 49% sedangkan pihak swasta 51%,,
BalasHapustrimakasih,,,
Thx jawabannya smg dpat sy jdikan sbagai rferensi jgn lpa sarannya untuk msukin pemkot SBY jga.
BalasHapusmau tnya lg gmna pndpt msyrakat skitar pembngunan flyover trsbt??apkah tdk akn mnimbulkan prmslhan sosial?
Trimksih jga DesaignGroupMlg,,
BalasHapusBrdsarkan sumber yg saya peroleh,, para pedagang disekitar pasar kembang stuju dgn pembangunan flyover dsana namun mereka menginginkan pembangunan tersebut cepat slsai jgn terlalu lama jngka waktu pembangunannya,,karena mreka khawtir akan mndpt kerugian,,
Menurut anda kerjasama dgn pihak swasta apakah nantinya tidak akan menyebabkan privatisasi pada flyover trsbut??Tlong jelaskan pendapat anda,trimaksih...
BalasHapussaya juga setuju dengan adanya pembngunan flyover ini..:)
BalasHapusSemoga pembangunan ini cpat terealisasi dengan adanya kerjasama dengan pihak swasta..
Tp yang msih saya bingungkan kenapa peran swasta lebih besar drpda pemerintah??
bknya disini merupakan salah satu proyek pemerintah??
knp pembagiannya tdk merata saja 50%pemerintah 50%swasta...
Trimaksih saudara hahn,,
BalasHapusMnurut saya pihak swasta tdk smudah itu dlm mlakukan privatisasi krnan pmilik proyek ini tetap pemerintah shngga mskipun pmbngnan dan pgelolaan berada di pihak swasta dlm wktu trntu pembuat kebijakan dan pengaturan tetap berada di tngan pemerintah,,
Trmksih saudra Radin masukkannya,,
BalasHapusyg saya mksudkan dsni adalah peran kedua pihak dlm pmbiayaannya jadi pembiayaan yg dkeluarkan pihak swasta sbesar 51% dri total biaya proyek ini dan 49%nya dari pemerintah,,,
Brarti harus lebih dikaji lagi dalam hal pembangunanya agar tdk da pihak yg dirugikan, mungkin sesuai pndapat anda dgn memasukkan pihak swasta dalam pembangunannya dapat mempercepat proyek pembangunan flyover sarkem.
BalasHapus