Dalam rangka menanggulangi kemiskinan di wilayah pedesaan pemerintah membuat suatu kebijakan yaitu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Program Pengembangan Kecamatan (PNPM-PPK) yang merupakan program penanggulangan kemiskinan yang mempunyai tujuan umum untuk mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan berdasarkan pengembangan kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas masyarakat, pemerintah lokal, serta penyediaan sarana prasarana sosial dasar dan ekonomi.
Kecamatan Suradadi merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Tegal yang mendapatkan bantuan dari PNPM-PPK sejak tahun 2003. Kecamatan Suradadi merupakan salah satu kecamatan dengan tingkat kemiskinan yang masih relatif tinggi yaitu sekitar 20,41% dari total kepala keluarga yang ada di kecamatan Suradadi yaitu 20947 jiwa pada tahun 2006. Salain itu Kecamatan Suradadi yang mencakup 11 desa, dua diantaranya termasuk dalam kategori desa tertinggal yaitu desa Harjasari dan desa Purwahamba. Berdasarkan temuan BPKP Tahun 2006 Kecamatan Suradadi termasuk dalam kategori kecamatan bermasalah dalam pengelolaan PNPM-PPK karena belum mencapai tujuannya. Oleh karena itu untuk mengetahui apakah program ini telah mencapai tujuan diperlukan suatu evaluasi. Masyarakat penerima PNPM-PPK, pemerintah setempat, dan unit pengelola kegiatan menjadi pihak terkait dalam mengevaluasi program ini. Menurut saya jenis evaluasi yang sesuai adalah evaluasi on-going dimana evaluasi on going dilakukan pada saat implementasi program hingga menghasilkan output dengan membandingkan apakah selama proses pelaksanaan program telah sesuai dengan tujuan dan sasaran dari suatu program yang telah ditetapkan sebelumnya. Teknik evaluasi yang digunakan adalah teknik delphi, dimana dalam mengevaluasi PNPM-PPK di Kecamatan Suradadi menurut saya kriteria dan indikator evaluasi yang sesuai adalah sebagai berikut :
1. Kriteria : Efektivitas program sesuai capaian output
Indikator :
Bantuan sarana prasarana yang diberikan oleh PNPM-PPK dapat dirasakan masyarakat miskin untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
Bantuan ekonomi yang diberikan oleh PNPM-PPK bagi masyarakat miskin terutama perempuan untuk tambahan modal usaha mampu memberikan tambahan penghasilan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Keterangan :
Dikatakan bahwa PNPM-PPK berjalan dengan efektif sesuai dengan tujuannya apabila:
Masyarakat telah memanfaatkan bantuan sarana prasarana yang didapatkan sebagai akses dalam menjalankan roda perekonomian
Masyarakt telah memanfaatkan bantuan ekonomi sebagai modal usaha guna menambah penghasilan.
2. Kriteria : Keberlanjutan program
Indikator :
Pemberian bantuan sarana prasarana sosial dasar, bantuan ekonom berupa modal usaha, bantuan kesehatan dan bantuan pendidikan masih berlangsung.
Kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan PNPM-PPK masih berlangsung misalnya kegiatan penggalian gagasan pengembangan PNPM-PPK, musyawarah desa untuk pembahasan PNPM-PPK, dan musyawarah khusus perempuan
Keterangan :
keberlanjutan PNPM-PPK dapat dilihat dari
keberlanjutan bantuan sarana prasarana dan bantuan ekonomi masih terus berlanjut.
Masih berlangsungnya kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan PNPM-PPK misalnya kegiatan penggalian gagasan pengembangan PNPM-PPK, musyawarah desa untuk pembahsan PNPM-PPK dan musyawarah khusus perempuan.
3. Kriteria : Responsivitas pelaku terhadap program PNPM-PPK
Indikator :
Keikutsertaan masyarakat miskin dalam memberikan sumbangan tenaga ketika pembangunan sarana prasarana
Mengikuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan PNPM-PPK
Keterangan :
Antusiasme masyarakat dalam memberikan sumbangan tenaga saat pembangunan sarana prasana dan tingkat kehadiran masyarakat dalam kegiaan PNPM-PPK dapat dikatakan memiliki responsivitas tinggi terhadap PNPM-PPK bila kehadiran masyarakat mencapai 60% berdasarkan standart yang telah ditentukan unit pengelola kegiatan PNPM-PPK daerah setempat.
4. Kriteria : Partisipasi stakeholder dalam program PNPM-PPK
Indikator : Memberikan pengawasan terhadap PNPM-PPK
Keterangan :
Adanya partisipasi stakeholder baik dukungan dari pemerintah lokal, unit pengelola kegiatan dalam memberikan pengawasan sangat dibutuhkan dalam keberlangsungan PNPM-PPK.
Berdasarkan kriteria efektifitas, keberlanjutan, responsivitas dan partisipasi serta indikator-indikator yang telah ditentukan diharapkan dapat melihat hasil dari kinerja PNPM-PPK tersebut, apabila hasil dari PNPM-PPK di Kecamatan Suradadi memiliki nilai dan tepat pada tujuan dari program ini, maka hasil tersebut dapat memberikan kontribusi pada tujuan atau sasaran utama dari program ini.
Saya sangat setuju dengan indikator dan kriteria yang telah anda tentukan dalam mengevaluasi PNPM-PPK ini namun mengapa stakeholder terkait dengan evaluasi tersebut anda sebutkan sebelum anda menentukan kriteria dan indikatornya?bukankan lebih baik anda tentukan setelah menentukan kriteria dan indikator bisa langsung kena sasarannya.
BalasHapusTerimakasih DesaignGroupMLg,,,,
BalasHapusDisini saya menentukan stakeholder terkait dalam PNPM-PPK ini sebelum menentukan kriteria dan indikator dikarenakan berdasarkan gambaran program dan tujuan dari mengevaluasi PNPM-PPK ini sudah terlihat pihak manasajakah yang terkait dalam evaluasi ini,,,
Terimakasih atas jawabannya.
BalasHapusMasukan saja untuk teknik evaluasi yang anda gunakan yaitu teknik delphi sebaiknya anda jelaskan secara singkat saja bagaimana proses evaluasi menggunakan teknik delphi dalam evaluasi ini agar lebih jelas.
Wah menarik sekali.
BalasHapusSaya setuju dengan comment dari DesaigGroupMlg sebaiknya anda jelaskan teknik delphi tersebut secara singkat saja,menurut saya berdasarkan dari kriteria dan indikator pertama akan terlihat bagaimana tingkat kemiskinan disana sudah berkuramg atau belum, mungkin pada kriteria pertama perlu ditambahkan indikatornya misalnya pendapatan penduduk setah mendapat bantuan dari PNPM-PPK dan sesudah mendapatkan. ThanX
Oiy tolong juga dijelaskan jenis evaluasi itu apa saja?
BalasHapusdan apa alasan anda menggunakan evaluasi on going?
ThanX